Cara Menanam Cabe Rawit Agar Tidak Keriting

Cabe rawit atau cabai rawit adalah salah satu jenis cabai yang memiliki rasa pedas dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Cabe rawit juga mudah tumbuh dan cocok untuk ditanam di halaman rumah. Namun, seringkali saat menanam cabe rawit, banyak orang mengalami masalah seperti cabai yang keriting, tidak subur, atau bahkan mati.

Persiapan Menanam Cabe Rawit

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum menanam cabe rawit:

1. Pilih Jenis Cabe Rawit yang Cocok

Terdapat banyak jenis cabe rawit. Sebelum menanam, pastikan kamu memilih jenis cabe rawit yang cocok dengan iklim dan lingkungan tempat kamu tinggal. Cabe rawit yang cocok untuk daerah tropis adalah jenis cabe rawit hibrida.

2. Persiapkan Media Tanam

Cabe rawit dapat tumbuh dengan baik di media tanam seperti tanah, cocopeat, atau kompos. Pastikan media tanam yang digunakan memiliki sifat yang gembur, menyimpan air dengan baik, dan kaya akan nutrisi.

3. Siapkan Pot atau Polybag

Saat menanam cabe rawit, kamu bisa menggunakan pot atau polybag. Pastikan pot atau polybag yang digunakan memiliki lubang drainase agar air tidak tergenang dan akar cabe rawit dapat bernapas dengan baik.

Cara Menanam Cabe Rawit

Berikut adalah langkah-langkah cara menanam cabe rawit yang benar:

1. Isi Pot atau Polybag dengan Media Tanam

Isi pot atau polybag dengan media tanam secukupnya. Pastikan media tanam yang digunakan sudah dicampurkan dengan pupuk organik atau pupuk kandang untuk memberikan nutrisi pada tanaman cabe rawit.

2. Tanam Benih Cabe Rawit

Tanam benih cabe rawit pada media tanam yang sudah disiapkan. Sebaiknya, tanam 2-3 biji cabe rawit pada satu pot atau polybag. Pastikan benih cabe rawit ditanam pada kedalaman sekitar 2 cm dan jarak antar benih sekitar 10-15 cm.

3. Beri Air Secukupnya

Beri air secukupnya pada media tanam agar benih cabe rawit bisa berkecambah. Pastikan air tidak terlalu banyak, karena bisa membuat akar cabe rawit membusuk.

4. Letakkan Pot atau Polybag pada Tempat yang Tepat

Setelah menanam cabe rawit, letakkan pot atau polybag pada tempat yang cukup terkena sinar matahari. Pastikan tempat yang dipilih tidak terlalu terkena angin, karena bisa merusak tanaman cabe rawit. Jika memungkinkan, letakkan pot atau polybag di tempat yang mudah dijangkau, sehingga memudahkan saat melakukan perawatan.

5. Lakukan Perawatan Rutin

Agar cabe rawit tumbuh dengan baik, lakukan perawatan secara rutin. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

Penyiraman

Selalu periksa kelembaban media tanam. Jika media tanam terlihat kering, segera beri air secukupnya. Selain itu, jangan terlalu sering menyiram tanaman cabe rawit, karena bisa membuat akar cabe rawit membusuk.

Pemupukan

Lakukan pemupukan secara rutin dengan menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang. Pupuk bisa diberikan setiap 2-3 minggu sekali.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman cabe rawit. Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang yang sudah kering atau tidak tumbuh dengan baik. Pemangkasan juga bisa dilakukan untuk menggugah pertumbuhan tunas baru.

Penyebab Cabe Rawit Keriting

Cabe rawit yang keriting bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

1. Kekurangan Air

Cabe rawit yang kurang air bisa mengalami stress dan akhirnya keriting. Pastikan selalu memberikan air secukupnya pada tanaman cabe rawit.

2. Kekurangan Nutrisi

Cabe rawit yang kekurangan nutrisi juga bisa mengalami keriting. Pastikan selalu memberikan pupuk secara rutin untuk memberikan nutrisi pada tanaman cabe rawit.

3. Hama atau Penyakit

Hama atau penyakit pada tanaman cabe rawit juga bisa membuat tanaman menjadi keriting. Beberapa hama atau penyakit yang sering menyerang cabe rawit adalah ulat daun, kutu daun, dan virus mozaik.

Cara Mengatasi Cabe Rawit Keriting

Untuk mengatasi cabe rawit yang keriting, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Beri Air Secukupnya

Pastikan selalu memberikan air secukupnya pada tanaman cabe rawit agar tidak mengalami kekurangan air. Sebaiknya, siram tanaman pada pagi atau sore hari saat suhu udara tidak terlalu panas.

2. Beri Pupuk Secara Rutin

Beri pupuk secara rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabe rawit. Pupuk bisa diberikan setiap 2-3 minggu sekali.

3. Lakukan Pemangkasan

Lakukan pemangkasan pada cabang-cabang yang sudah kering atau tidak tumbuh dengan baik. Pemangkasan juga bisa dilakukan untuk menggugah pertumbuhan tunas baru.

4. Kendalikan Hama atau Penyakit

Kendalikan hama atau penyakit pada tanaman cabe rawit dengan menggunakan insektisida atau fungisida yang tepat. Pastikan penggunaan insektisida atau fungisida sesuai dengan aturan yang ada.

FAQs

1. Apakah cabe rawit bisa tumbuh di pot?

Ya, cabe rawit bisa tumbuh di pot. Namun, pastikan pot yang digunakan memiliki lubang drainase agar air tidak tergenang dan akar cabe rawit dapat bernapas dengan baik.

2. Kapan waktu yang tepat untuk menanam cabe rawit?

Waktu yang tepat untuk menanam cabe rawit adalah saat musim hujan tiba atau saat cuaca sedang lembab. Hal ini karena cabe rawit membutuhkan kelembaban yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

3. Berapa lama cabe rawit bisa dipanen setelah ditanam?

Cabe rawit bisa dipanen sekitar 2-3 bulan setelah ditanam, tergantung dari jenis cabe rawit dan kondisi lingkungan tempat cabe rawit ditanam.

4. Apakah cabe rawit membutuhkan sinar matahari penuh?

Ya, cabe rawit membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh dengan baik. Namun, pastikan tempat yang dipilih tidak terlalu terkena angin, karena bisa merusak tanaman cabe rawit.

5. Apakah cabe rawit bisa ditanam di dalam ruangan?

Ya, cabe rawit bisa ditanam di dalam ruangan. Namun, pastikan ruangan tersebut memiliki akses sinar matahari yang cukup agar tanaman cabe rawit bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, pastikan juga ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik.

Leave a Comment